Kebaikan apapun jika hanya berbentuk kata-kata tanpa wujud nyata dalam tindakan belum memberikan manfaat. Kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan dan harus menjadi kebiasaan. Karena kebiasaan yang baik adalah modal bagi kita untuk meraih kesuksesan.
Masalahnya adalah sering terjadi apa yang kita ketahui sebagai sebuah kebaikan berbeda dengan apa yang kita lakukan. Antara pengetahuan dengan perbuatan masih ada jarak. Ilmu masih belum menyatu dengan amal. Kita mengetahui suatu jalan, tetapi kita belum berada di jalan itu.
Nah, dalam postingan kali ini saya ingin membagi pengalaman pribadi dalam hal motivasi melakukan kebaikan. Pengalaman saya sendiri dalam menghancurkan rasa malas yang menghambat diri saya melakukan kebaikan. Pengalaman saya dalam mengenali arah motivasi yang selama ini saya miliki dan bagaimana memanfaatkannya untuk meningkatkan produktifitas akan saya sampaikan dalam postingan kali ini.
Saya baru menyadari bahwa selama ini atau beberapa waktu belakangan ini, saya lebih banyak memiliki arah motivasi menjauh ketimbang mendekat. Akibatnya saya cenderung jadi malas. Adapun ketika semangat muncul namun justru kepada hal-hal yang tidak penting.
Tentang Arah Motivasi.
Dalam salah satu Meta Program, sebuah teknik dalam NLP, “Arah Motivasi” seseorang itu bisa “mendekati”, bisa pula “menjauhi". Arah motivasi mendekati maksudnya seseorang bergerak mendekati hasil atau target positif. Sedangkan arah motivasi menjauhi maksudnya seseorang bergerak menjauhi sesuatu yang mengancam (target negatif). Perumpamaan yang paling sering digunakan untuk menggambarkan arah motivasi adalah kuda dan keledai.
Apakah perbedaan kuda dan keledai? Kuda akan bergerak jika dicambuk. Sedangkan keledai bergerak karena di depannya ada wortel. Jika dibalik maka hasilnya nihil. Kuda tidak tertarik dengan wortel. Begitu juga keledai, tidak takut dengan cambuk.
Tahun-tahun terakhir yang saya alami, saya merasa saya ini termasuk tipe orang yang termotivasi jika ada ancaman. Tetapi sebenarnya suka atau ingin sekali mencapai target yang menghasilkan imbalan atau hadiah. Kadang menjauh kadang juga mendekati. Tetapi memang, yang paling mendominasi adalah menjauh. Itulah sebabnya saya mengalami banyak kemunduran beberapa waktu belakangan ini. Karenanya saya berkesimpulan harus melatih diri agar bisa menggunakan arah motivasi mendekat lebih sering lagi.
Saya sering menunda-nunda pekerjaan. Saya juga jarang sekali bisa menyelesaikan proyek yang telah saya mulai. Satu hal belum tuntas, sudah tergoda melakukan yang lain. Tetapi ini juga terkait dengan kemampuan memfokuskan diri.
Saya baru menyadari mengapa saya sering begitu. Analisa saya adalah karena selama ini arah motivasi saya adalah menjauh. Tetapi saya menjauhi hal-hal yang tidak enak sebagai alasan melakukan penundaan atau bahkan pembatalan. Jadinya saya tampak sebagai seorang yang penuh keraguan.
Ibadah Sunnah
Cara saya memotivasi diri agar mudah melakukan kebaikan adalah dengan membiasakan diri mengambil arah motivasi mendekat. Saya latihan ini dengan melaksanakan puasa sunnah senin-kamis. Sebab puasa sunnah tidak ada dosa jika kita batalkan kapan saja. Sehingga tanpa ada ancaman dosa saya jadi lebih fokus kepada pahala. Saya usahakan motivasi saya mendekati.
Sebetulnya ibadah lainnya yang bersifat sunnah (apalagi sunnah muakadah) tentu merupakan sarana yang sangat baik untuk melatih diri kita terbiasa dengan arah motivasi mendekat. Misalnya sholat malam (qiyamulail), sholat dhuha dan tilawah quran. Semua ibadah tersebut tidak ada ancaman dosa bagi yang meninggalkannya. Maka ketika saya mencoba melakukannya, saya bisa lebih fokus kepada kebaikan-kebaikan yang akan saya peroleh bila menjalankannya.
Prioritas Memberikan Perbedaan.
Mungkin banyak orang yang sebenarnya memiliki arah motivasi mendekat. Tetapi boleh jadi karena prioritasnya tidak sama satu sama lain maka meskipun menghadapi tantangan yang sama, tetapi sikapnya boleh jadi berbeda-beda.
Semakin sering kita melatih diri arah motivasi mendekat, semakin mudah mencapai kesuksesan. Caranya sering-seringlah melakukan kegiatan yang penting dan tidak mendesak. Kurangi kegiatan penting dan mendesak (kecuali memang tuntutan profesi). Latihan meraih target jangka pendek.
Stephen R. Covey dalam bukunya "First Thing First" mengatakan bahwa kita harus mendahulukan hal-hal yang utama dalam hidup ini. Salah satu hal yang utama adalah kegiatan yang berada di kwadran II yaitu yang penting dan tidak mendesak. Contohnya olahraga, membaca buku, menabung dll. Kegiatan yang boleh jadi tidak ada unsur bahaya/ancaman secara langsung apabila kita tidak melaksanakannya.
Tetapi kebanyakan orang mengabaikan kegiatan ini. Karena belum merasakan sebagai ancaman. Namun ketika tiba-tiba jatuh sakit, maka barulah merasa penting dan langsung ingin mengerjakan kegiatan olahraga saat itu juga.
17 Oktober 2012
Masalah dengan Wifi
![]() |
| Hp tidak bisa browsing padahal wifi aktif |
Apakah ada kerusakan di jaringan wifi saya?
Saya kira tidak ada, karena komputer saya yang iMac bisa connect dan bisa internet. Mestinya jika ada masalah dengan wifi nya semua alat yang terhubung ke wifi tidak bisa internet. Iya kan? Tetapi kenapa iMac bisa? Laptop adik saya yang biasanya bisa browsing melalui wifi lancar sekarang nasibnya sama. Begitu juga dengan handphone saya, ga bisa konek ke internet padahal sinyal wifi nya terlihat jelas.
Mungkin wifi di HP saya yang bermasalah?
Saya sudah coba menggunakan wifi di tempat lain dan ternyata bisa untuk browsing. Berarti tidak ada masalah dengan wifi di HP saya.
Mungkin ada yang berubah di setelan wifi saya?
Mungkin saja karena wifi di tempat saya memang tidak diproteksi alias security nya disable. Tetapi saya sudah cek sendiri dan saya tidak menemukan (atau tidak tahu) bagian mana yang setelannya berubah. Karena settingan awalnya pun saya tidak tahu seperti apa.
Jadi apa solusinya?
Belum ketemu nih. Hingga hari ini Rabu, 17 Oktober 2012, saya belum berhasil menemukan solusinya.
Melakukan RESET adalah solusinya.
Update : 20 Oktober 2012
Alhamdulillah...akhirnya saya menemukan solusinya. Karena saya tidak tahu setelan sebelumnya seperti apa, maka lebih baik mengembalikan router ke setelan awal (default setting). Jadi solusinya adalah melakukan RESET.
Untuk mengetahui cara RESET Router TP LINK silakan kunjungi situs nya langsung tp-link.com
Jadi apa solusinya?
Belum ketemu nih. Hingga hari ini Rabu, 17 Oktober 2012, saya belum berhasil menemukan solusinya.
Melakukan RESET adalah solusinya.
Update : 20 Oktober 2012
Alhamdulillah...akhirnya saya menemukan solusinya. Karena saya tidak tahu setelan sebelumnya seperti apa, maka lebih baik mengembalikan router ke setelan awal (default setting). Jadi solusinya adalah melakukan RESET.
Untuk mengetahui cara RESET Router TP LINK silakan kunjungi situs nya langsung tp-link.com
08 Oktober 2012
"Bersama Kesulitan Ada Kemudahan..."
Dulu sewaktu masih duduk di bangku SMA, saya sangat menyukai ayat ini. Terutama dikaitkan dengan pelajaran matematika. Saya sampai menuliskan ayat ini di cover buku matematika yang saya punya. Inspirasi untuk menuliskan ayat ini di cover buku matematika datang setelah melalui proses yang cukup panjang.
Waktu itu, saya memang agak sulit memahami pelajaran matematika. Namun, saya tetap berusaha mencoba memahaminya. Setelah berhasil memahaminya, kesulitan yang tadinya menghadang, kini sirna dan berubah menjadi kemudahan.
Pemahaman saya terhadap ayat ini sebelumnya adalah kesulitan selalu diikuti oleh kemudahan. Memang sekilas itu tidak salah. Waktu itu saya memang merasakannya begitu. Kita merasakan mudah karena pernah mengalami kesulitan. Jika tidak pernah mengalami kesulitan, maka tidak ada yang namanya kemudahan. Sekali lagi ini tidak salah. Cuma kurang pas aja.
Terjemahan ayat itu waktu saya SMA ternyata kurang pas. Sekarang saya sering mendapatkan terjemahan yang lebih pas yaitu bersama kesulitan ada kemudahan. Ini menurut saya lebih pas. Kesulitan adalah satu paket dengan kemudahan. Jadi tidak ada lagi alasan untuk menyerah.
Namun apakah dengan meyakini ayat ini otomatis kita akan mendapatkan kemudahan? Tentu saja bukan begitu maksudnya. Tetap saja kita harus berusaha, karena ayat selanjutnya adalah "Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)". Ini adalah jalan keluar agar kesulitan yang kita hadapi bisa menemukan kemudahannya. Kata kuncinya adalah terus berusaha.
Apabila engkau telah selesai dari satu tahapan (mailstone), jangan berhenti. Terus lanjutkan usahamu menggapai tahapan berikutnya. Permasalahan seberat apapun jika diselesaikan sedikit demi sedikit secara bertahap, insya Alloh akan berhasil dituntaskan. "Dan Hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap." Ketika kita mendapatkan kesulitan, maka kita berharap kepada Allah untuk ditunjukkan jalan keluarnya. Jika berhasil, maka kita harus beryukur dan tidak berbangga diri.
Langganan:
Postingan (Atom)

